Buruh Migran Bentrok dengan Petugas Bea Cukai
Cerita Kita - Baru-baru ini, rekaman video yang memperlihatkan aksi seorang tenaga kerja wanita (TKW) sebagai petugas bea cukai yang bengis saat memprotes pihak yang dicurigai menjadi viral di media sosial.
TKW yang berbasis di Hong Kong menyatakan kebingungan besar setelah mengetahui harus membayar denda pajak jutaan untuk barang senilai Rp 200.000. Pelajari lebih lanjut melalui ulasan di bawah ini.
Seorang perempuan bernama Yuni, yang bekerja sebagai pekerja migran di Hong Kong, kedapatan membagikan video dirinya mendekati seseorang yang digosipkan sebagai petugas bea cukai.
Dalam video yang viral di media sosial, Yuni mempertanyakan identitas seseorang di telepon. "Apakah Anda seorang pemungut pajak, Tuan? Saya tidak peduli siapa Anda, apakah Anda seorang pemungut pajak?" tanya Yuni dalam video yang diunggah pada 1 April 2023 oleh akun Instagram @viralkak.
"Saya petugas bea cukai, Bu," kata seorang lagi yang memperkenalkan diri sebagai anggota Bea dan Cukai.
“Entah kemarin kasusnya sama dengan karyawan GP Ansor atau atasan Anda yang menerka-nerka.
Kemarin pajak salah, tapi ternyata korupsi pak, saya mau pastikan,” kata Yuni.
Yuni mengungkapkan keprihatinannya kepada petugas karena harus membayar denda pajak jutaan untuk gaun seharga 200.000 rupee.
"Sek sih, gosip Paijo ojo, sekarang bingung, beli 200 baju dimana, kok 9 juta denda," kata Yuni.
"Sang ibu tidak bisa menanganinya, dia tidak harus melakukannya," kata petugas bea cukai yang dicurigai.
“Bung, saya tidak mampu, saya harus mengurus keluarga saya,” Yuni memutuskan. Namun, para pemangku kepentingan tidak mendapat penjelasan lebih lanjut tentang gadis-gadis yang menerima denda pajak jutaan di Hong Kong.
Di sisi lain, Bea dan Cukai kerap mengingatkan masyarakat melalui media sosial resminya untuk selalu mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan instansi tersebut.


